September 26, 2010

stuppid

ah ...
gatau deh harus menjawab apa
saat pertanyaan itu mengalir
dan aku gak nemu jawaban yang pas.

di mulut sih mengiyakan segalanya
agar nampak lah betapa diriku adalah manusia
dengan intelektualitas yang baik
serta cara pikir yang cukup sesuai dengan realita...

dan di saat yang sama,
jauh di dalam hati...
air mata itu sudah menetes satu persatu
perih nya hati sudah tak tertahan lagi.

masih mungkin kah untuk berkata,
" No, I am not agree with you "

...udah gak mungkin.

bukan maksud untuk bersikap pesimis,
tapi rasanya semua sudah percuma.
tiap argumen udah gak penting lagi,
dan hanya bisa meng angguk dengan senyum seadanya.

aku bukan orang gila yang akan brtindak
tanpa berpikir!
aku juga bukan orang yang baru 1 bulan saja merasakan
yang namanya jatuh hati.
tak perlu lah kuceritakan
betapa jauh sudah pikiran dan hatiku melalui
berlaksa-laksa tapak hati.
kadang aku mampu berhenti dan menepi
kadang aku terus berjalan dan tak pernah sedikitpun
menoleh ke belakang.

...dan kali ini pun,
aku hanya singgah, bukan untuk tinggal.
hanya ingin berteduh sejenak
di bawah rindang nya,
berteduh dari teriknya,
mengeringkan hati dari air mata yang menghujani.
dan sekali lagi, bukan...
bukan untuk tinggal dan masuk di halaman mu.

kau pernah mengijinkan ku
berteduh di sana
walau sekedar
merasakan sejuknya suara mu
mendengarkan rangkaian degup jantung mu

baiklah,
aku akan pergi
menjauh.
karena kau yang memintanya...

bodoh lah aku
bila tetap diam di sana,
walau hanya untuk sekedar memandangmu...

September 19, 2010

seandainya...

Apa yang harus ku ucapkan
seandainya nanti kita ketemu lagi?

sungguh,
aku masih aja mikirin kamu...
Rasa yang aku rasa ini pun bahkan
mengalahkan hal-hal yang lainnya...

(sigh..')

seperti sinar matahari yang segitu terangnya pun
nampak tertelan oleh warna daun daun
di luar sana..

ah gilaaa...!

berasa banget rasa sepi nya
diantara bisingnya,
serunya suara musik dan lagu-lagu cinta itu...

beban yang di bawa oleh rasa ini
kian merayap ke arah kepalaku
mengetuk langit duniaku!

andaikan kamu bisa lihat aku,
tangan dan jemariku ini
diam membeku
menunggu kamu.

bagaimana harus ku katakan nanti
seandainya aku ini mecintaimu lagi,

seperti yang kulakukan saat ini...